OST-IRIS

Loading...

Sunday, January 24, 2010

Drama Korea "IRIS" Terbaru


Saat ini ada drama baru yang ditayangkan oleh stasiun TV KBS yaitu IRIS. Drama yang merupakan pengganti drama sebelumnya yaitu ‘My fair Lady’ yang telah habis tayang itu, direncanakan akan berlangsung 20 episode. Tidak tanggung-tanggung, drama ini diperankan oleh bintang top Korea Kim Tae-hee, Lee Byeong-Heon , Jeong Joon-ho dan lainnya.

Sinopsis ( cuplikan cerita ) : Sistem Keamanan Nasional (NSS) Top 707 agen Hyun-jun ( Lee Byeong-Heon ) dan Sa-woo ( Jeong Joon-ho ) adalah saudara sedarah yang bersumpah untuk saling percaya dan tidak berubah persahabatan seumur hidup. Mereka bertemu agen Seung-hee ( Kim Tae-hee ) di sana . Keduanya jatuh cinta padanya. Tapi Hyun-jun dan Seung-hee menjadi dekat dan Sa-woo berjuang untuk menyembunyikan perasaannya untuk Seung-hee. Suatu hari, mereka akan segera dikirim pada sebuah misi di Hungaria. Ketika mereka berhasil menyelesaikan pekerjaan ‘mereka merayakannya, sebuah pesan tiba untuk Hyun-jun dan memintanya untuk bertemu secara rahasia. Baek-san, seorang eksekutif dari NSS yang telah menunggu Hyun-jun dan memerintahkan sebuah misi sendiri. Meskipun perlindungan ketat pengawal, Hyun-jun berhasil misinya. Tapi sebelum melarikan diri, Hyun-jun terluka oleh target kepala pengawal keamanan, dan kemudian ia mengejutkan dikhianati oleh sahabat yang paling terpercaya, Sa-woo. Hyun-jun mencoba untuk melarikan diri dengan bantuan Seung-hee , tapi akhirnya dia kehilangan Seung-hee. Dan mobilnya juga meledak; mereka berdua berpikir bahwa yang lain telah meninggal. Hyun-jun akhirnya menguak identitas rahasia sebuah kelompok yang disebut, ‘Iris’.

1 tahun kemudian, dengan kedua Korea yang akan bersatu, Hyun-jun membuat kembali. Setelah menghabiskan kehidupan mengerikan dikhianati dan kehilangan segalanya, Hyun-jun kembali untuk membalas dendam kepada orang-orang yang melemparkan dia ke dalam neraka. Dengan bantuan dari Presiden, Hyun-jun kembali ke posnya di NSS. Memulai melawan ’Iris’, masyarakat rahasia yang mencoba mengganggu reunifikasi, Hyun-jun sekarang menempatkan segala sesuatu pada baris untuk pertempuran hidupnya.

Tentunya drama ini menarik sekali, selain diperankan oleh bintang populer, juga dilengkapi dengan OST drama dari penyanyi terkenal yaitu Baek Ji young dengan lagunya “don’t forget ( 잊지 말아요 ). Maka sudah sepantasnya drama ini mendapatkan rating terbagus. Pada kesempaan ini saya akan menampilkan juga Lirik dari lagi ini :
The Best Selling Films of 2007

1 D-War
2 May 18
3 Voice of a Murderer
4 Le Grand Chef
5 Miracle on 1st Street
6 Paradise Murdered
7 Going by the Book
8 Seven Days
9 Love
10 Sex is Zero 2



Sinopsi D-War :
D-War (Korea), 2007 adalah Korea Selatan ilmu-film fiksi dirilis di Amerika Utara sebagai D-War: Dragon Wars, War of the Dragons di Malaysia, dan kadang-kadang disebut colloquially dan dalam beberapa materi pemasaran sebagai Dragon Wars . It is written and directed by Shim Hyung-rae . Ada tertulis dan diarahkan oleh Shim Hyung-rae. It is a fantasy - action film that was Korea's largest-budgeted as of 2007. It is a fantasy - tindakan film yang terbesar di Korea-dianggarkan pada 2007

Awalnya berjudul Dragon Wars (dan masih sebagaimana dimaksud dalam judul ini publisitas bahan), D-War memiliki sejarah panjang produksi di Korea Selatan. The film was announced in 2002 by director Shim Hyung-rae as his follow-up project to 1999 's Yonggary . Film diumumkan pada tahun 2002 oleh sutradara Shim Hyung-rae sebagai tindak lanjut proyek 1999 's Yonggary. A show reel appeared in early 2003, [ citation needed ] showcasing the extensive amount of CGI the production would be using to create the various creatures. J menunjukkan pening muncul pada awal 2003, [kutipan diperlukan] menampilkan jumlah ekstensif CGI produksi akan digunakan untuk menciptakan berbagai makhluk. Despite heavy promotion via posters, press releases and videos, principal photography did not begin until October 2004, continuing through December. [ citation needed ] The budget was set at approximately $33 million (30 billion won ), but ultimately went over budget in order to create the various creatures in the film, with some outside estimates as high as $75 million dollars. Meskipun berat promosi melalui poster, siaran pers dan video, fotografi sekolah tidak mulai sampai Oktober 2004, terus sampai Desember. [Kutipan diperlukan] Anggaran yang telah ditetapkan di sekitar $ 33 juta (30 miliar won), tetapi akhirnya pergi melalui anggaran untuk menciptakan berbagai makhluk dalam film ini, dengan beberapa di luar perkiraan sebagai tinggi sebagai $ 75 juta dolar.

Drama Korea di Indonesia


Menurut pengamatan saya, pertama kalinya drama korea yang tayang di Indonesia adalah Endless Love yang ditayangkan di Indonesia pada tahun 2002 setelah Korea Selatan bersama Jepang menjadi tuan rumah piala dunia pada tahun tersebut.Oleh karena itu, drama ini menjadi pionir munculnya penyuka drama-drama dari negeri Ginseng.Drama produksi KBS ini dimainkan oleh Song Hye Kyo, Song Seung Heun, Won Bin, dan Han Chae Young ini memiliki kisah yang berujung tragis.Selain Endless Love, ada juga drama korea lain seperti Stairway to Heaven dan Memories of Bali yang walaupun berakhir dengan sad ending, namun drama ini tetap menjadi drama favorit pencinta drama korea.

Setelah itu, ada drama produksi KBS lagi yang sangat populer di Indonesia yaitu Winter Sonata.Selain memiliki cerita yang menarik, drama yang dimainkan oleh Bae Yong Jun dan Choi Ji wo ini juga menampilkan keindahan alam musim dingin di Korea Selatan sehingga menjadi salah daya tarik wisatawan asing untuk mengunjungi negara tersebut.Lalu ada drama komedi romantis Full House yang membuat pemeran utamanya yaitu Song Hye Kyo dan Rain sangat populer sehingga ketika Rain mengadakan konser di Indonesia pada tanggal 4 desember lalu, tiket konsernya pun langsung ludes terjual.

Korea juga memiliki beberapa drama khas remaja yang sangat sukses juga di Indonesia seperti Sassy Girl Chun Hyang yang diperankan oleh Han Chae Young dan Jae Hee yang mengisahkan tentang kehidupan dua remaja yaitu Chun Hyang (Han Chae Young) dan Lee Mong Ryong (Jae Hee) yang terpaksa nikah muda karena terjadinya suatu insiden, Princess Hours atau dalam bahasa koreanya Goong yang diperankan oleh Yoon Eun Hye, Jo Ji Hoon, Kim Jung Hoon, dan Song Ji Hyo yang mengisahkan tentang Han Chae Kyung (Yoon Eun Hye) yang menikah dengan seorang pangeran yang bernama Lee Shin (Jo Ji Hoon) karena dijodohkan oleh keluarga mereka dan yang paling fenomenal saat ini yaitu Boys Before Flowers yang merupakan adaptasi dari komik karangan Yoko Kamio ini.

Selain itu, drama klasik korea atau yang disebut dengan istilah saeguk juga sangat digemari seperti Dae Jang Geum yang diperankan oleh Lee Young Ae dan Ji Jin Hee ini yang mengisahkan tentang kehidupan Suh Jang Geum yaitu tabib wanita pertama di korea, Hwang Jin Ni yang diperankan oleh Ha Ji Won, Jang Geun Seok, dan Kim Jae Won yang mengisahkan tentang kehidupan seorang Gisaeng di Korea dan yang baru ditayangkan saat ini di Indosiar yaitu The Great Queen of Seon Deok yang diperankan oleh Lee Yo Won, Uhm Tae Woong, Go Hyun Jung, dan Park Ye Jin yang mengisahkan tentang kehidupan ratu pertama Shila dari masa kecil hingga dewasa.Walaupun drama-drama tersebut menampilkan cerita kolosal, namun drama-drama tersebut sangat digemari oleh masyarakat Indonesia.

Dengan semakin maraknya drama-drama Korea yang ditayangkan di Indonesia, maka demam drama Korea pun menjadi semakin merajalela.Hal itu pun ditandai dengan semakin banyaknya situs-situs penggemar drama Korea yang semakin menjamur.Bukan tidak mungkin pada saatnya nanti drama Korea dapat menggeser cerita-cerita sinetron Indonesia.Tentu saja hal itu dapat mengancam industri pertelivisian Indonesia.Oleh karena itu, diharapkan para pelaku industri pertelivisian Indonesia untuk memperbaiki dengan belajar dari Korea bagaimana memproduksi sebuah drama dengan cerita yang menarik tapi tidak melupakan budaya serta adat istiadat negeri kita sendiri.

Song Seung-Heon, Aktor Terbaik Korea 2008

Para pemain serial drama "East of Eden" menerima penghargaan, Rabu (31/12). Salah satunya adalah penghargaan sebagai 'Aktor Pria Terbaik' yang diraih Song Seung-Heon. Ini merupakan sebuah penghargaan tertinggi dan membanggakan bagi Song Seung-Heon.

Siapa yang tidak kenal aktor satu ini. Ia adalah contoh aktor Korea yang bisa mentransformasi diri.
Semula publik Korea, terutama kaum perempuan, mengenal Song Seung-heon lembut bahkan melankolis dan bertubuh semampai.

Apalagi setelah melihat aktingnya yang mellow di Autumn Fairy Tale atau Autumn in My Heart (2000) bersama Song Hye-kyo dan Won Bin. Berkat serial ini pula, Seungheon dipilih sebagai aktor terpopuler dari stasiun televisi KBS, yang menayangkan Autumn Fairy Tale. Setahun kemudian giliran stasiun televisi SBS yang memberinya penghargaan Top Ten Popularity Award.

Song-heon kembali dilirik setelah debut film pertamanya, Calla (1999). Ia mulai mendapat perhatian publik Asia. Ia tak hanya dicintai di Korea.

Publik Jepang, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Indonesia juga memuja pria yang merampungkan pendidikan visual media di Universitas Kyunggi itu.

Saat kariernya di puncak, Seong-heon mendapat panggilan negara. Ia harus menjalani wajib militer selama dua tahun hingga 2006 meski menderita tekanan darah tinggi dan mengidap diabetes.

Pada 2007, ia masuk 10 besar selebritas "hallyu", istilah pelaku industri hiburan Korea. Ia berada di nomor tiga setelah Bae Yongjoon dan Rain. Seung-heon berada di atas Kwon Sang-woo, Yoon Eun-hye, Choi Ji-woo, BOA, Song Hye-kyo, Hyeon Bin, dan Lee Young-ae.

Ia menandai kembalinya ke du nia hiburan dengan bermain film Fate atau Destiny (2008) bersama Kwon Sang-woo dan Ji Sung. Film yang mengisahkan tentang kehidupan preman ini mampu menembus box office di Korea.

Dalam film ini, terlihat akting Seung-heon semakin matang dan transformasi karakter dari pria lembut di Autumn Fairy Tale menjadi pria keras di Fate tergambar jelas.

Perubahan image ini kian memikat penggemarnya, terutama setelah ia menandatangani kontrak dengan stasiun televisi MBC dalam perannya, sekali lagi sebagai preman Lee Dong Chul dalam serial East of Eden. Serial kolosal ini menghamburkan banyak selebritas terkenal, seperti Yeon Jung-hoon, Lee Da-hae, Han Ji-hye, dan Dennis Oh. Serial ini berbujet 25 juta won.


Ia bersama para pemain lainnya merelakan honornya dipotong hingga 50 persen demi menekan biaya produksi.




Lee Young-Ae Raih Gelar Aktris Terbaik Korea

indosiar.com, Korea - Tidak ada kejadian yang lebih mengharukan di ajang Blue Dragon Awards 2005 selain keberhasilan Lee Young-ae meraih gelar Aktris Terbaik di ajang penghargaan yang disebut-sebut sebagai Oscar-nya Korea tersebut.

Di ajang yang telah memasuki tahun ke-26 itu, wanita yang namanya sontak melambung di Asia berkat serial Jewel in the Palace tersebut menyisihkan sejumlah aktris lain yang termasuk dalam nominasi yaitu Kang Hye-jeong, Kim Jeung-eun, Jeon Do-yeon dan Son Ye-jin.

Begitu namanya dibaca oleh aktor watak ternama Choi Min-sik, Young-ae nampak begitu terkejut sampai-sampai sulit untuk bangkit dari kursinya. Sebelumnya, manajer wanita kelahiran 1971 tersebut sempat membuat situasi 'panas' dengan mengungkapkan keraguan kalau sang klien bisa meraih piala mengingat beberapa kegagalan sebelumnya.

Sebelumnya, Young-ae kalah bersaing di dua film terakhirnya Joint Security Area (2000) dan One Fine Spring Day setahun kemudian. Hal ini tentu saja menarik, pasalnya meski dikenal sebagai aktris serba bisa dan kualitas akting yang tidak diragukan, belum satupun penghargaan domestik yang diraih.

Di atas panggung sambil menyeka air mata (saking terharunya), dengan rendah hati Young-ae mengungkapkan, "Walaupun hanya untuk saat ini, aku punya harapan supaya disukai oleh semua orang. Terima kasih atas penghargaan ini, tapi Sympathy for Lady Vengeance bukan hasil kerja kerasku sendiri melainkan usaha seluruh artis pendukung dan kru."

Secara khusus, ia tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada sutradara Park Chan-wook, seluruh kru, manajer, penata rias, sampai kedua orang tuanya dalam pidato yang berlangsung penuh emosi selama tiga menit. Selamat ya.

Drama Korea Terbaik



Drama Kora Terbaik :

1.Jumong Salah satu serial MBC yang mengambil inspirasi dari sejarah Korea yang berhubungan dengan dinasti Goguryeo (sekitar 37 SM-668M). Ditulis oleh penulis veteran Choi Wan Gyu (Hur Jun, Sang Do, dan All In) dan Jung Hyung Soo (Damo). Jumong adalah drama berlatar belakang sejarah Korea paling mengesankan dan menduduki rating teritnggi selama 2006, mendominasi layar kaca dengan rating 40 %. Episode terakhir (81) ditayangkan 6 Maret lalu berhasil menembus rating 51,9 % dengan rating 40,9 %. Jumong adalah tokoh legendaris yang mendirikan dinasti Goguryeo, Raja Dongmyeongseong. Cerita dimulai dengan konflik antara Gojoseon, kerajaan kuno Korea dengan pasukan Han dari China. Perselisihan ini akhirnya membuat peninsula Korea terpecah.

2.Hello! Miss Hello! Miss (Hello! Baby) dibintangi artis Lee Da Hae yang baru saja menghibur pemirsa TV lewat My Girl dipertemukan dengan Lee Ji Hoon yang sebelumnya membintangi Wonderful Life. ello Miss diadaptasi dari novel Kimchi Mandu (16 episode).
3.

Dalja’s Spring Dalja’s Spring (16 episode) berkisah tentang Oh Dal Ja (Chae Rim), seorang wanita lajang berusia 33 tahun yang bekerja sebagai seorang MC di sebuah acara teleshopping. Dia bimbang antara tetap melajang atau menikah sebelum tua. Drama ini mencoba menunjukkan realitas cinta wanita 30-an secara lucu dan komikal.
4.

By Land and Sky By Land and Sky mukai tayang 15 Januari lalu dan saat ini di Korea masih tayang di Korea dengan episode yang panjang 100 episode. Suk Ji Soo (Han Hyo Joo) adalah wanita baik dan pengertian serta perhatian pada keluarga. Jeong Mu Young (Park Hae Jin) berjuang melalui berbagai cobaan. Mu Young tidak menyukai ayahnya karena lahir saat ayanhnya selingkuh dengan wanita lain. Keluarga Ji Soo dan Mu Young memiliki sifat saling bertolak belakang. Keluarga Ji Soo bahagia dan keluarga Mu Young tidak. Yoo Eun Ha (Hong Soo Ah) adalah gadis ceria dan kulit sempurna tanpa keriput. Serial ini berfokus pada berbagai masalah dalam keluarga moderen saat ini.
5.

When Spring Comes When Spring Comes (16 episode) adalah kisah sukses dari seorang pecundang. Keluarga adalah orang terdekat yang kita sayangi, tetapi juga bisa menjadi orang yang menyakiti kita. Cerita ini mengenai ayah yang mantan napi dan putranya yang berprofesi sebagai jaksa penuntut. Mereka melewati permasalahan cinta keluarga, kebencian, rasa kasihan, kemarahan dan pengampunan.
6.

Dae Jo Young Serial yang mencakup 100 episode ini berkisah tentang Raja Dae Jo Young dan pahlawan lain di kerajaan Balhae. Yi Hae Go adalah musuh Jo Young dan mereka bertempur demi cinta Cho Rin. Cho Rin berasal dari suku Georan dan dia mencintai Jo Young. Tetapi Jo Young akhirnya menikahi Suk Young, keponakan raja Bojang.
7.

H.I.T H.I.T (Homicide Investigation Team) sebanyak 20 episode ini adalah kisah cinta pria dan wanita yang memiliki pandangan tersebdiri mengenai pekerjaan. Masing-masing melalui permasalahan dan kebimbangannya, tetapi apada akhirnya saling memahami satu sama lain. Serial ini membeberkan kehidupan sehari-hari jaksa penuntut Kim Jae Yoon (Ha Jung Woo) dan polisi bernama Cha Soo Kyung (Ko Hyun Jung) serta nilai-nilai yang dianut mereka dan mengungkap suka-duka profesi mereka.
8.

Bad Woman, Good Woman Song Gun Woo (Lee Jae Ryong) telah menjalani dua kehidupna bersama dua wanita selama 6 tahun. Dia menikah dengan Sae Young (Choi Jin Sil) dan memiliki wanita simpanan Suh Kyung (Sung Hyun Ah). Istrinya adalah wanita yang emosional dan mudah menangis saat orang berbuat baik kepadanya. Sae Young menginginkan pernikahan yang sempurna, tetapi mereka memiliki kesulitan memiliki anak. Dia syok berat saat tahu suaminya memiliki wanita lain. Serial ini mulai tayang 1 Januari lalu dan memiliki 100 episode ini mendapat sambutan yang cukup bagus di Korea.
9.

Que Sera, Sera Kang Tae Joo (Eric Mun) adalah pegawai biasa di sebuah department store. Shin Joon Hyuk (Lee Kyu Han) sedikit sakit jiwa karena permasalahan keluarganya, tetapi penampilannya baik dan berkemampuan kerja tinggi. Keduanya saling jatuh cinta pada tokoh utama Han Eun Soo (Jung Yoo Mi) di saat bersamaan dan dikisahkan sebanyak 17 episode.
10.

Thank You Thank You (sebanyak 16 episode) adalah serial pertma Jang Hyuk setalah keluar dari wajib militer. Min Ki Seo (Jang Hyuk) dan Lee Young Shin (Gong Hyo Jin) berperan sebagai pasangan yang sangat membenci kehidupan masing-masing pasangannya pada pandangan pertama. Namun selanjutnya mereka mulai tertarik. Ki Seo adalah seorang dokter yang selalu menganggap remeh orang lain sampai akhirnya ia bertemu dengan Young Shin dan anaknya yang sangat membutuhkan bantuannya. Ia berubah menjadi sosok yang hangat dan menyenangkan.

Kelebihan Drama Korea



Ketika menonton drama korea, kita mendapatkan sesuatu yang berbeda. Bendungan yang ada dikelopak mata kita jebol, air yang terasa hangat itu deras membanjiri pipi kita. Itulah kelebihan drama-drama korea, mampu mengaduk-ngaduk emosi penontonnya. Bahkan, terkuras air matanya ketika menyaksikannya.

Kenapa, sih! Film-film Korea bisa berkembang pesat. Itu semua tak terlepas dari peran dan dukungan pemerintah Korea terhadap industri perfileman di negaranya. Pemerintah Korea membentuk sebuah komisi film, yaituKOFIC. KOFIC ini diberi tugas untuk mempromokan dan meningkatkan kualitas film-film korea. Dalam menjalankan tugasnya, KOFIC dibagi menjadi beberapa departemen dalam rangka menjalankan tugas dan fungsinya.
Pertama, Departemen Promosi menyediakan dana dan berbagai bantuan untuk film lokal. Kedua, Departemen Promosi Internasional bertugas mempromosikan film Korea di luar negeri. Ketiga, Departemen Pendidikan mengelola Akademi Film Korea dan Akademi Film Animasi Korea serta mendukung 40 institut perfilman di Korea. Keempat, Departemen R&D yang membuat penelitian, statistik film, dan publikasi. KOFIC juga mengelola studio out-door dan in-door di Seoul Complex Studio untuk mendongkrak mutu visual sinema Korea.
Kegiatan-kegiatan KOFIC diantaranya adalah membuat lomba penulisan skenario film dua kali setahun. Membuta lomba skenario film animasi sekali setahun. Pemenangnya mendapat hadiah uang yang lumayan besar. Selain itu, KOFIC juga menyeleksi dan mendanai film pendek, film dokumentasi, film independen dan film animasi.
Tak tanggung-tanggung, untuk mempromosikan film Korea di luar negeri, KOFIC membuat terjemahan film Korea dalam berbagai bahasa seperti Perancis, Jerman, Itali, Jepang, Cina, Rusia, dan Spanyol. KOFIC juga berperan mendukung ikut sertanya sinema Korea di festival-festival film internasional bergengsi, disamping Korea sendiri sering menjadi tuan rumah seperti di Busan Internasional Film Festival.
Wah, pemerinta Korea keren, ya! Begitu besar dan perannya utnuk mendukung perkembangan industri perfileman di negerinya. Kita pun berharap, semga pemeriath Inodesia belajar dan meniru keberhasilan bangsa Korea dalam mengembangkan industri perilmannya.
Jika pemerintah dan kita menyadari, bahwa film sebenarnya tak hanya sebuah hiburan, tontonan atau pun sebuah komoditas untuk menghasilkan rupiah, namun, film juga bisa berfungsi sebagai media untuk mempromosikan budaya dan karakter bangsa ini untuk di ketahui oleh dunia luar. Dengan sendirinya, film akan mampu menjadi juru bicara bagi bangsa ini. Tetapi, tentunya film yang memperhatikan norma agama, adat dan budaya ketimuran yang penuh kesantunan dan tata krama. Semoga...(diambil dari berbagi sumber)

Friday, January 22, 2010

Pakem-pakem Khusus Drama Korea

Berikut pakem-pakem dalam film lepas maupun drama Korea:

1. Sangat menghormati orang-tua, dalam artian tidak mau melawan orang-tua, meski kadang orang-tua bersikap salah. Drama seri ataupun film Korea adalah citra dari budaya Korea itu sendiri, budaya Timur yang masih berpegang teguh pada etika dan kesopan-santunan. Tidak seperti dalam film ataupun sinetron Indonesia yang sering mempertontonkan anak-anak yang durhaka, membangkang, tidak punya sopan santun, selalu bersitegang urat leher dengan orang tua, film Korea jauh dari semua hal-hal buruk itu. Bisa dipastikan Anda tidak akan menjumpai adegan tersebut, meski Anda sudah memelototi banyak fim dan drama Korea.
2. Kebanyakan mempunyai kisah tumit sepatu patah. Itu dijumpai dalam drama seri Miss Kim’s Million Dollar Quest (film yang mengantongi predikat The Best Korean Drama 2006), Love to Kill, Princess Hours, Full House.
3. Lomba lari. Ini selalu digambarkan saat dua orang laki-laki menyukai wanita yang sama.Jika masing-masing pihak merasa yang paling berhak mendapatkan wanita yang sama, untuk memastikan siapa yang paling berhak memenangkan cinta si wanita, para lelaki tadi akan mengadakan lomba lari. Lomba tadi hanya diketahui dan diikuti oleh mereka berdua saja.Biasanya mereka menghormati komitmen, siapa yang kalah secara sportif mengundurkan diri dari kancah perebutan mengejar wanita idaman. Dengan catatan hasil lomba tadi menjadi tidak berarti, jika si wanita akhirnya menetapkan pilihan pada pihak yang kalah.Adegan ini dapat dijumpai antara lain dalam film seri: Miss Kim’s Million Dollar Quest, Wonderfull Life, kemudian dalam drama Almost Love.
4. Dalam film Korea juga kerap dijumpai adegan yang menganggap sakral sebuah benda kenangan. Karenanya mereka kerap menanam benda tersebut. Misalnya dalam film seri Princess Hours, yang ditanam adalah 2 tiket kereta api yang menandai perjumpaan pertama sang pangeran dengan cinta pertamanya di ruang tunggu stasiun kereta. Kemudian dalam film lepas Almost Love yang menjadi benda kenangan adalah kelereng dan mainan lonceng yang berbunyi jika tertiup angin. Yang masih lekat dalam ingatan adalah film komedi My Sassy Girl yang juga mempunyai benda kenangan (surat-surat cinta) yang ditanam di bukit yang ditandai dengan pohon beringin.
5. Mabuk-mabukan dengan minum-minum arak, minuman tradisional khas orang Korea.Jika seseorang sedang menghadapi masalah, baik itu masalah keluarga, cinta, pekerjaan, jalan terbaik untuk melarikan diri sementara dari persoalan yang menyita pikiran adalah minum arak. Hampir di setiap film Korea adegan mabuk-mabukan ini dijumpai.
6. Tak perlu cinta pada pandangan pertama atau tak harus hidup bersama dengan orang yang dicintai.Karena cinta dapat ditumbuhkan seiring dengan berjalannya waktu. Kebersamaan mampu mengikat, menyatukan rasa, dan akhirnya menimbulkan rasa cinta mendalam dan saling bergantung satu sama lain. Ini terlihat jelas dalam film seri Full House, Miss.Kim’s Million Dollar Quest, Summer Scent, Love to Kill, dan film lepas My Little Bride, juga di film Marrying with Mafia.
7. Para tokohnya digambarkan tidak “jaim” alias jaga image. Mereka bersikap apa adanya, tanpa ada kesan dibuat-buat.Seperti Song Hye-Kyo yang memerankan Han Ji-eun dengan cueknya memuntahkan isi makanan ke Rain yang memerankan Li Yeong-jae, karena kekenyangan. Padahal Li Yeong-jae adalah aktor besar yang sangat parlente. Dalam film Princess Hours, kita akan tersenyum geli sekaligus jijik saat mengetahui Putri Scen-jing ternyata mempunyai iler yang banyak, bahkan membasahi punggung Pangeran Li-Xin, padahal mereka baru tidur bersama untuk pertama kalinya.
8. Baru berani mengungkapkan isi hati saat mereka dalam keadaan mabuk akibat minum arak.
9. Tak bakal ada adegan peluk suka-suka atau cium sana-cium sini dalam film seri Korea. Sutradara Korea memang terkenal irit dan pelit dalam menampilkan adegan pelukan dan ciuman di film besutannya. Makanya drama seri Korea dijamin aman untuk ditonton oleh anak-anak sekalipun, dan orang-tua tidak perlu rikuh jika harus “nonton bareng” dengan anak-anak mereka.Tak seperti kebanyakan sinetron dan film Indonesia yang banyak tidak mempunyai jati diri, menjadi kebarat-baratan, mudah sekali menjumpai adegan pelukan dan ciuman yang kadang tidak perlu, film seri Korea masih menjaga kultur Timur. Sebagai orang Indonesia yang juga orang Timur, saya bangga menonton film Korea. Kalaupun ada adegan ciuman, itu bisa dipastikan bukan ciuman hot ala Perancis, tetapi hanya ciuman khas Korea, hanya saling menempelkan bibir, tetapi kesannya lebih menggoda dan bahkan bikin penasaran. Bahkan dalam keseharian saya ada istilah “ciuman Korea”.
10. Orang Korea dalam filmnya digambarkan sering ngobrol saat mulut mereka penuh berisi makanan. Kadangkala makanan tersebut muncrat ke arah lawan bicara. Sepertinya dalam budaya Korea, hal tersebut tidak dianggap tabu, atau suatu hal yang tidak sopan dan memalukan.
11. Orang Korea juga digambarkan sudah mempunyai tingkat kesejahteraan hidup yang tinggi dengan mengapresiasi seni dalam keseharian mereka. Mudah menjumpai para pelakon film Korea menonton teater, tari, memainkan alat musik terutama piano.
12. Kalau berjanji untuk bertemu di sebuah tempat, sering gagal karena satu dan lain hal — misalnya kereta yang terlambat, jalanan yang macet dan lain sebagainya. Atau hanya karena “selisih” jalan (Wonderful Life, My Sassy Girl).
13. Penyakit yang sering muncul dalam kisah film Korea adalah lupa ingatan dan leukimia (Winter’s Sonata, Summer Scent, Wonderful Life, Sangdoo Let’s Go to School).
14. Film Korea sering memiliki lebih dari satu judul (jika ditayangkan di negara yang berbeda). Misalnya Winter Sonata atau Winter Ballad. Atau Stairway to Heaven juga punya judul lain: Stairway of Heaven dan Stairly Way to Heaven.
15. Sutradara Korea sepertinya tidak mengganggap penting judul film — bahkan terkadang asal (Buggy Jumping of Their Own, Miss Kim’s One Million Dollar Quest, Beast and the beauty, Spring bears love, Sangdoo Let’s Go to School).
16. Pemainnya sering berbicara sendiri dengan benda-benda tertentu, misalnya dengan pusara, pantai, foto, boneka.
17. Menyanyi di karaoke untuk merayakan keberhasilan sepertinya sudah menjadi adegan wajib dalam film Korea.
18. Ibu yang tiba-tiba pingsan mendengar kabar tentang anaknya mendominasi adegan dalam film Korea.